Kamis, 30 Oktober 2014

Puisi ayah

ketika malam mulai menyambut pagi..angin menyapa lewat dedaunan ..mendayu..bak melodi yang ,merdu menyapa alam ..
diri bagai tertahan di balik awan ...
di bali asa ku yang melemah…
jiwa ku menari di antara bebatuan hidup
sebelum naluri terhenti mati,menghitung waktu ,merajut asa…
antara aku dan nafas ku …

ayah….
diantara detik waktu yang merenggut nafas …
ku kirimkan kata lewat angin yang bergetar...
diantara darah yang masih memerah…
antara aku dengan alaunan restumu …..menyambut ,…
ku di penghujung massa,
tersenyumlah ….
aku rindu itu untuk mengiringi ragaku menempatitaman Tuhan…

jika…
suatu hari aku dapat meminta...
Tuhan aku ingin sebelum jiwaku berhenti menghirup waktu…
izinkan aku mengukir senyumdi atas pusara jiwa ku…

teruntuk ayah…
yang telah memberiku arti akan sebuah cinta dan,senyumnya akan arti kekuatan hidup dan pengobuat kala aku terluka mengarungi kejamnya cinta….
andai….
kau tahu bahwa aku banggia memiliki mu ,kau lebih indah dari sekedar taman surga….
i love u …..dad

waktu terus berlalu
perjalanan hidup pernah kau tempuh
tak ada kata jenuh,
tak ada kata malas,
tak ada kata lelah,
kau berjalan dengan semangat
perjuangan hidup yang penuh liku
keringat yang tak henti membasahi tubuhmu
kau lewati dengan kesabaran dan keikhlasan

ayah…..
kaulah hidupku yang memberiku semangat
mengajarkanku kesabaran,kebaikan,keberanian
banyak ilmu kehidupan yang kau berikan kepadaku
keringat yang kau teteskan adalah semangatku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar